Senin, 16 April 2012

Pengolahan Data dan Prototyping


BAB I. PEMBAHASAN



A.  Pengolahan Data
1.1.  Pengertian Pengolahan Data
Data adalah suatu penggambaran fakta , pengertian instruksi yang dapat disampaikan dan diolah oleh manusia atau mesin.
Contoh : data berupa angka , karakter, alphabet, simbol, gambar, suara dll
Pengolahan data adalah Pengubahan atau transformasi simbol-simbol seperti nomor dan huruf untuk tujuan peningkatan kegunaannya.
Arti Lain dari pengolahan Data
1.2. Tujuan dan Fungsi Pengolahan Data
Tujuan Pengolahan  Data :
Untuk mengambil informasi asli (data) dan darinya menghasilkan informasi lain dalam bentuk yang berguna (hasil).
Informasi dapat dibagi tiga makna pokok sebagai berikut :
1. Akurat
2. Tepat pada Waktunya
3. Relevan
Fungsi dasar Pengolahan Data :
1. Mengambil program dan data (masukan / input)
2. Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan
3. Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan
4. Menyimpan hasil antara dan hasil akhir pengolahan.
5. Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan.
1.3. Sistem Pengolahan Data Pada Komputer
1.3.1 Komponen Dasar Komputer untuk Pengolahan Data






Komponen dasar dari komputer terdiri dari :
 
1. Hardware
    Hardware harus menyediakan 4 fungsi umum :
    -  Peralatan input
    -  Peralatan Pemrosesan (CPU)
    -  Penyimpanan primer dan sekunder
    -  Peralatan output

2. Software
   Software adalah instruksi atau program untuk menjalankan sistem komputer.
Software terdiri dari software sistem dan software aplikasi.

 1.3.2. Pengolahan Data Pada Komputer

Pengolahan data pada komputer meliputi :
1. Pengumpulan data
2. Pengubahan Data
3. Penyimpanan Data
4. Pembuatan Dokumen

1.4. Manfaat Pengolahan Data
Dengan digunakannya pengolahan data elektronik, maka manfaat yang dapat diperoleh adalah meminimalkan kebutuhan tenaga manusia , hal ini karena beberapa pekerjaan dilakukan secara otomatis oleh peralatan bantuan seperti komputer . Keuntungan lain adalah kemampuan komputer untuk memproses data lebih besar, keakuratan yang lebih besar, kecepatan yang lebih besar, fasilitas pengendalian otomatis dan pengolahan secara serentak.

       B.     Prototyping

2.1 Pengertian Prototyping
       Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Sering terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detail output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer.

2.2 Tahapan-tahapan Prototyping

Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan kebutuhan
2. Membangun prototyping
3. Evaluasi prototyping
4. Mengkodekan sistem
5. Menguji sistem
6. Evaluasi Sistem
7. Menggunakan sistem

2.3 Keunggulan Prototyping

Keunggulan prototyping adalah:
1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem
4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
2.4 Kelemahan Prototyping

Kelemahan prototyping adalah :
 1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangja waktu lama.
 2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem.
 3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik
Prototyping bekerja dengan baik pada penerapan-penerapan yang berciri sebagai berikut:
1.    Resiko tinggi Yaitu untuk maslaha-masalah yang tidak terstruktur dengan baik
2.    Interaksi pemakai
3.    Perlunya penyelesaian yang cepat
4.    Perilaku pemakai yang sulit ditebak
5.    Sitem yang inovatif
6.    Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek

2.5 Tiga pendekatan utama prototyping

Terdapat tiga Pendekatan Utama Prototyping, yaitu :
·         Throw-away
·          Incremental
·         Evolutionary
2.5.1 Dilihat Dari Sisi Manajemen
Disisi manajemen, terdapat beberapa masalah potensial yang terkait dengan prototyping, seperti :
·         Waktu, membangun prototype membutuhkan waktu, sehingga seringkali prototype dipakai jika waktunya cepat. Hingga muncul istilah rapid prototyping.
·         Rencana, sebagian manajer proyek tidak memiliki pengalaman untuk menyatukan proses prototyping dengan keseluruhan rencana perancangan.
·         Fitur Non-fungsional, seringkali fitur sistem yang paling penting merupakan fitur non-fungsional seperti safety dan reliability, tidak disertakan dalam prototyping.
·         Kontrak, proses desain kadang dibatasi oleh kontrak antara desainer dengan customer yang mempengaruhi aspek tehnik dan manajerial.
2.5.2 Tehnik-tehnik Prototyping
Terdapat beberapa tehnik yang dapat dipergunakan untuk membuat rapid prototype, seperti :
·         Storyboard
·         Simulasi Fungsi Terbatas
·         High-level Programming Support












Minggu, 15 April 2012

listing coba


Listing vb6 untuk memerintahkan tombol buton keluar dan lihat

Private Sub cmdkeluar_Click()
p = MsgBox("Anda yakin akan keluar", vbQuestion + vbOKCancel, "Informasi")
If p = vbOK Then
End
End If
End Sub
Private Sub cmdlihat_Click()
MsgBox "Nim anda adalah " + txtnim.Text
MsgBox "Nama anda adalah " + txtnama.Text
End Sub